noting

Selasa, 09 November 2010

cerpen nie gan..


 -1Sahabat.1 Cinta -

      Begitu asing Dea memasuki sekolah barunya,apalagi dia harus berjalan sendiri untuk mencari kelas barunya, tanpa didampingi guru ataupun orang tuanya. Dia tampak berjalan menyusuri lobby dan tampak beberapa murid memperhatikanya. “Permisi, apa kau tau dimana kelas 8.3 ?” Dea mencoba memulai pembicaraannya dengan anak laki-laki disebelahnya. “Seharusnya kau perkenalkan dirimu dan tanya namaku dulu, tak usah terburu-buru.” Anak laki-laki itu menjawab dengan disambut tawa teman-temannya. “Jika tak mau memberitau aku ,ya sudah!”Dea mengeraskan suaranya dengan nada kesal. “Baiklah, mungkin kau malu untuk menanyakkan nama kami, aku Edo dan ini kedua temanku Rama dan Dio.” Kata Edo dan tampak kedua temannya melambaikan tangan dan tersenyum pada Dea. “Oke… Edo sekarang dimana kelas 8.3?” tanya Dea lagi dan kali ini ia mencoba melembutkan suaranya. Edo hanya tersenyum. “Hei…sebenarnya kau tau tidak?”Dea kembali berteriak dan Edo semakin terdiam dan berlalu entah kemana. ‘Dasar aneh!’ Dea mengumam dalam hati. Dea mencoba bertanya pada murid yang lain. Dea menemukan kelas barunya tepat saat bel masuk berdering, dan tak terbayang berlipat-lipat kekesalan Dea saat dia tau bahwa dia sekelas dengan Edo dan ganknya. ‘Sial sekali aku hari ini,rasanya aku ingin menangis!’ Dea berkata –kata dalam hati. “Silahkan masuk,nak dan coba perkenalkan dirimu.” Bu Eliza memerintah Dea memperkenalkan diri. Dea masuk dalam kelasnya dan mulai memperkenalkan diri “Aku Reysa Diana, ayahku seorang Duta Besar yang berpindah-pindah tempat tugas. Terimakasih!” Dea memperkenalkan dirinya dengan sangat singkat. “Terimakasih Dea, silahkan duduk disamping Nena.” Bu Eliza mulai berkata lagi. Dea berjalan menuju bangku Nena tempat dia akan duduk. Dea memandangi samping kirinya terlihat Anggun dan Amel dan ketika melihat kesamping kanan Dea hanya bisa berkata dalam hati ‘Benar - benar berlipat kesialanku,pertama bertemu mereka,kedua dikerjai mereka dan ketiga harus duduk didekat mereka. Huuh..’ “Hei… kau yang tadi boleh kami berkenalan denganmu?” Dio bertanya pada Dea “Apa kau bilang? ‘Hei?’ namaku Dea tau,tadi kamu dengerin ga sih?” Dea berkata dengan perasaannya yang masih kesal. “Baiklah kau Dea,namaku Dio.” Dio bersalaman dengan Dea diikuti Rama dan terakhir Edo, begitu kagetnya Dea ketika melihat gelang tangan yang dipakai Edo. “Ada apa denganmu,rupanya kamu kaget sekali,memang ada yang aneh dari diriku yang begitu cakep ini?” kata Edo dengan gelak tawanya dan ganknya itu. “Tidak,tidak ada apa-apa Cuma kau agak GR,tau?” Dea menjawab dengan nada sewotnya. ‘Apa itu dia? Apa itu Aldo? Apa itu sahabat kecilku,sahabat yang selalu ku cari? Apa mungkin?’ Dea bertanya – tanya dalam hati. Dalam pelajaran pun Dea masih bertanya – tanya tentang Edo.

   Sebulan berlalu, kini Dea benar – benar akan bertanya pada Edo apa benar dia sahabat kecilnya dulu. Diperjalanan menuju sekolah Dea melamunkan tentang Edo. “ Kak, ayo cepat turun keburu terlambat.” Mama membuyarkan lamunan Dea. “Ya,ma!” Dea menjawab singkat dan segera turun dari mobil dan berjalan menuju kelasnya dan mulai mengikuti pelajaran hari itu.

   Teeet… teeet…, bel istirahat berbunyi dan semua muridpun keluar kelas untuk sarapan dikantin. “Edo…” Dea memanggil Edo dengan ragu. “ Ada apa,De?” Edo menjawab dengan santai. “Boleh aku bertanya?” Dea juga bertanya dengan ragu. “Hemm… ya boleh,memang kenapa?” Edo menjadi bingung dengan sikap Dea “Apakah dulu kamu adalah murid baru juga disini? Kamu pindah kesini waktu SD kelas 3,dan apakah gelang itu dari sahabat kecilmu dulu?” Dea sedikit takut kalau saja dia salah. “ Ya… aku dikota ini dari kelas 3 SD dan gelang ini sangat berharga dari sahabat kecilku,emang kenapa?” Edo bingung. “Berati bener, Aldo… kamu Aldo kan?” Dea tampak senang seakan dia menemukan sesuatu yg lama hilang dari hidupnya. “Aldo?  Aldo kan nama kecilku,kok kamu bisa tau?” Edo semakin bingung. “Aldo… ini aku Dea,masa kamu lupa?Ini aku!” Dea berusaha meyakinkan Edo sambil menunjukan gelang yang sama persis dipakai Edo. “Oh Tuhan,kamu Dea? Kamu Dea yang dulu? Ya ampun…” Edo merasa terkejut saat tau kalau Dea sahabat kecilnya. “ Iya ini aku,Do. Kenapa waktu itu kamu pindah? Kamu jahat…aku kesepian disana,kamu juga ga pamit lagi sama aku?” Mata Dea mulai berkaca – kaca. “Maafin aku harus pindah karna orang tuaku juga berpindah – pindah tugas seperti papamu kan? Kamu kan tau. Lihat,Dea sekarang kamu berubah… kamu bukanlah Dea yang dulu lagi sekarang kamu begitu cantik,pintar,dan diam bukan Dea yang tomboy dan suka merebut mainanku. Hahaha…” Edo berbicara dengan gelak tawanya. “ Kamu juga berubah  Aldo… kamu ga cengeng lagi,kamu sekarang jail dan GRan,kamu sekarang pake kacamata kayak calon direktur aja” Deapun begitu. “Harus dong!” Dengan bangga Edo berbicara. “Tapi kenapa namamu diganti Edo bukan Aldo lagi aku kan jadi ga kenal kamu?” Dea masih bingung. “Temen – temen disini manggil aku Edo jadi ya udah namaku Edo aja. Udah dong,Dea jangan nangis ntar jeleknya ilang lho!” Edo menghapus air mata Dea. “Kurang ajar kamu,emang aku jelek apa? Lagian aku kangen juga. Tapi yang ga berubah dari kamu tuh,kamu tetep resek ya!” kata Dea sambil mencubit perut Edo. “Aauww… sakit,De. Tega kamu,ayo kekantin bareng aku keburu masuk lho!” Edo berkata sambil menahan sakit cubitan Dea. Dan mereka berjalan menuju kantin bersama.

   “Hei… Edo,kita tungguin dari tadi ternyata kamu malah pacaran sama Dea, dasar kalian berdua.” Rama protes pada Edo. “Maafin aku,aku yang ajak Edo buat ngomong – ngomong dulu. Maaf !” Dea meminta maaf. “ Maafin aku temen – temen, aku habis nostalgia masa kecil sama Dea, sekarang aku udah nemuin orang yang ngasih gelang ini ke aku dan dia tuh Dea.” Edo juga minta maaf. “ Oh… jadi Dea orangnya? Bukannya katamu orang yang ngasih gelang itu orang yang dari kecil kamu say…” Rama belum selesai melanjutkan kata – katanya . “ Eh… udah ayo makan bareng yuk!” ajak Edo sambil menutup mulut Rama yang tadi belum selesai melanjutkan kata – katanya. “ Dea sama Dio kalian didepan duluan.” Edo minta Dea dan Dio duluan. “ Awas kamu bilang – bilang aku jadiin sate kamu,Ram.” Kata Edo. “ Enggak suer! Nggak lagi deh.” Rama melepas tangan Edo dari mulutnya dan mereka makan bareng.

   “Dea, kamu mau pulang bareng aku?” Edo bertanya Dea sebelum pulang dengan ganknya. “Nggak makasih,Do!” Dea melambai tangannya “ Ya udah aku duluan ya ?” Edo juga melambaikan tangan sama Dea. “Woii… ayo cepet pulang,pacaran aja.” Dio dan Rama jadi ikut angkat bicara. Dalam perjalanan pulang Edo tersenyum – senyum sendiri. “Heh… Edo kamu ga kenapa – napa kan?” Dio memperhatikan Edo yang aneh tapi Edo tak menjawab dan malah melamun dan tersenyum sepanjang perjalanan. “ Apa kamu tak melihat Dea? Dia begitu berbeda,ternyata dia teman masa laluku,dia sekarang begitu cantik tak seperti waktu anak – anak dulu.” Edo berkata sambil tersenyum. “Ah… jangan bilang kau suka dengan Dea ya? Hahaha …” Rama berkata sambil tertawa. “Sudahlah,aku sendiri tak tau.” Edo menjawab dengan senyum lagi. “Kali ini kamu benar – benar gila,Do.” Kata Dio. “Hanya karna Dea kamu jadi gila?” tanya Rama . Edo hanya tersenyum,tersenyum,dan tersenyum.

   Besoknya Dea tampak bingung didepan pintu seperti ada sesuatu yang ditunggu. “ Hai,Dea. Coba ku tebak pasti kamu menunggu Edo ya?” tebak Rama. “ Emangnya Edo kemana?” Dea penasaran. “Aku sih, ga tau tapi mungkin Dio tau,tanya aja Dio aku mau masuk dulu.” Rama mengangkat bahunya tak mengerti. “Dio, emang Edo ga masuk ya? Kemana?” Dea masih penasaran tentang Edo. “Edo,di Rumah Sakit dia sakit.” Dio jawab singkat dan langsung duduk dibangkunya. “ Emang dia sakit apa?” Dea coba tanya “ Masa kamu ga tau sih,kamu kan sahabat kecilnya masa ga tau?” Dio heran. “Tapi kan itu dulu waktu kita kecil,ga tau apa – apa.” “Aku ga bisa bilangin kamu!” Dio jawab singkat takut Dea khawatir atau perasaan lainnya. “Aku ga percaya? Jangan bohong deh,aku serius!” Dea ga percaya. “Kamu pikir aku bohong apa? Emang wajahku klihatan bercanda?” Dio coba meyakinkan. “Ga!” jawab Dea singkat,dia duduk dibangkunya sambil berpikir begitu tak percayanya dia kalau sahabat kecilnya bisa sakit seperti itu. ‘Kenapa bisa padahal kemarin Edo kelihatan baik – baik aja tapi sekarang dia ga masuk karna sakit? Oh,Edo kenapa kamu?’ kalimat itu yang selalu dipikir Dea dalam hati sampai – sampai dia mengabaikan ajakan Dio dan Rama buat sarapan bareng dikantin hanya karna nglamun Edo.

“Dea jangan nglamun terus, Edo ga napa – napa kok. Aku sama Rama mau jenguk Edo kamu ikut ga?” Dio coba menenangkan Dea. “Boleh.” Begitu semangat Dea menjawab ajakan Dio. “Ya udah ayo berangkat!” Dio tersenyum. Dea berjalan dengan semangatnya didepan Dio. ‘Semanagat amat sih,De. Kalo tentang Edo? Kenapa bukan aku?’ Dio menggumam dalam hati. “Dio,, kok nglamun,ayo!” Dea tersenyum dan menggandeng tangan Dio menyebrang jalan ke Rumah Sakit. “Emm…iya ayo.” Dio hanya tersenyum polos.

   “Permisi bu,,kamar pasien Revaldo Satrio Aditya dimana ya?” Rama bertanya pada perawat. “Oh…ruang 17 dari sini kamu tinggal masuk lurus,belok kanan aja.” “Terimakasih.” Dea berterima kasih atas info dari perawat. “Eh,, Rama tumben – tumbenan kamu mau tanya – tanya?” Dio heran. “ Abis perawatnya cantik sih,ya sebelum keduluan kamu aku tanya duluan.” “Hahaha…” Mereka bertiga tertawa dan berjalan menuju kamar Edo. “Biar aku saja yang ketuk pintunya.” Dea meminta untuk mengetuk pintu kamar Edo. “Ya,silahkan masuk!” terdengar suara seorang wanita yang membukakan pintu untuk mereka bertiga. “Oh… Dio dan Rama,namamu siapa cantik?” mama Edo menyalami mereka dengan senyumannya. “Ya ampun ternyata bukan hanya Edo, tante juga lupa sama aku! Ini aku Dea tante teman Edo waktu kecil.” Dea mencoba mengingatkan mama Edo sedang Dio dan Rama ngobrol dengan Edo. “Oh… Dea,kamu kok bisa disini sayang?” “Papa pindah tugas.” Dea tersenyum lalu berpaling ke Edo. “Hei,kenapa kok bisa sakit? Padahal kemarin seru – seru aja?” Dea tersenyum sambil bersalaman dengan Edo. “Ah, aku ga napa – napa cuma sakit gini aja.” Edo juga tersenyum “Sampai masuk Rumah Sakit gini dibilang ga napa – napa. Huh… dasar kamu.” Dea mengusap kepala Edo. Mereka semua tersenyum kecuali Dio,dia hanya menggumam dalam hati ‘ Sakit perasaanku,De. Andai kamu ngerti, kenapa harus Edo,Edo,dan selalu saja Edo? Kapan aku,De?’ “Dio,nglamun aja sih?” Dea mencoba bertanya. “Ga kok,aku ga napa – napa mungkin disini terlalu panas,aku diluar aja deh!” Dio tersadar dari lamunannya dan segaera membuka pintu,” Kamu beneran ga napa – napa kan?” Dea mencoba meyakinkan keanehan sikap Dio,sejenak Dio berhenti dan berkata dalam hati ‘Hatiku lebih sakit kalau aku didalam,aku lebih sakit daripada Edo.’ “Ah, ga apa – apa kok.” Dio mencoba tersenyum dalam tangis hatinya. “Ya udah.” Dea membalas senyum Dio.

   Setahun berlalu semua masih sama antara Dio,Dea,Edo,dan Rama dan kini mereka ada dikelas 9.3… tapi kenapa Dea menangis ditaman sekolah. “Kamu ngapain sih nangis – nangisin Edo? Udah biarin aja kalo Edo emang sukanya sama Echa,kamu ga usah nangisin dia kan ada aku disini Dea. Biarin kalo emang… kalo emang mereka pacaran!” Dio menenangkan Dea. “Tapi…kamu ga bakal ngerti rasanya jadi aku, dengan hati dan perasaanku, hidup seperti aku,Di!” Dea menjelaskan dengan isak tangisnya. “Dea,dengerin aku… disini juga aku,, yang me…,” belum selesai Dio melanjutkan kata – katanya tapi Dea sudah memotong kata – katanya. “Apa,kamu mau ngomong apa ?” “Ga… maafin aku,aku cuma bilang ada aku yang menemani kamu kok.” Dengan senyum Dio mengatakan hal yang berbeda dengan kata hatinya.

   Setiap istirahat kini Dea hanya dikelas menolak semua ajakan teman – temannya untuk kekantin atau keluar kelas, dan hari ini Dea menangis melihat Edo yang sedang bergurau dengan Echa. Melihat Dea menangis Dio masuk kedalam kelas dan menarik Dea keluar kelas. “Duh,kamu ngapain sih?” Dengan kesalnya Dea melepas tarikan tangan Dio. “Maafin aku,aku… aku cuma ga mau lagi liat kamu nangis gara – gara dia. Dan aku mau bilang kalo aku sayang sama kamu,De.” Dio mengatakan semuanya dengn mata yang terpejam karna dia takut dan sangat deg – degan… Dea terkejut,dia terdiam matanya tak berkedip sedikitpun seolah tak percaya namun semua itu usai saat Dio menyadarkan dari lamunannya. “Dea?” “Maaf Dio,tapi aku lebih memilih kamu menjadi sahabatku dan makasih buat semua,aku minta maaf.” Begitu Dea berkata dan segera berlalu dari hadapan Dio. Dalam hati Dio kini yang ada hanya remuknya tanah yang dipijaknya kini hanya karena kata – kata Dea. ‘ Tak apalah mungkin bukan dia.’ Dio berjalan dan menghela nafas.

   Dea tetap saja murung apalagi dia merasa bersalah pada Dio. Tapi Dio tak mau orang yang masih diharapkannya itu terus – terusan murung, Dio keluar kelas dan menemui Edo. “Do, kamu sadar ga sih kalo Dea masih suka sama kamu, disini kamu malah begini,ga punya perasaan kamu.” “Kamu ngomong apa sih? Dateng – dateng udah ngomel aja,ngomong tuh pelan – pelan,biasa aja lagi.” “Oke…oke… kamu tau Dea kan? Dea tuh suka sama kamu,dia murung gara – gara kamu. Sadar ga sih?” Dio menjelaskan pada Edo maksudnya yang sebenarnya. “Ah… masa’?” Edo tetap saja ga percaya. “Suer,beneran!” Dio meyakinkan Edo. “ Ya udah aku kesana dulu.” Edo berlari menuju kelas menemui Dea. ‘Oh,Tuhan apa yang aku lakukan,kenapa aku malah kayak gini? Tapi… tapi ga apalah yang penting Dea ga kayak gini lagi.’ Entah perasaan apa yang menggambarkan Dio sekarang.

   Didalam kelas Dea menangis dan Edo datang menemuinya. “Kamu kenapa? Jangan nangis dong. Ini aku,disini ada aku,De!” Edo mencoba menghapus air mata Dea. “Ah, aku ga apa udah kamu temenin Echa sana ntar dia nyariin kamu lho,nanti dia marah lagi sama aku kalau kamu ada disini.” Dea juga mencoba tersenyum. “Kamu jangan ngalihin pembicaraan deh… ngomongin Echa lagi,aku udah ga ama Echa, jadi jangan ngomongin dia lagi. Dan kamu, kamu jangan nangis kan aku udah pernah bilang kalo kamu nangiskan jadi ilang jeleknya.” Edo mencoba menjelaskan semuanya dan sedikit menghibur Dea. “Huh… dasar kamu, aku ga jelek – jelek amat lagi. Awas kamu!” Sekarang Dea benar – benar terrsenyum. Dari luar Dio melihat Dea tersenyum ‘Syukurlah, kalau kamu sekarang tersenyum,mungkin emang hanya Edo yang bisa buat kamu kayak gitu.’ Didalam kelas Dea dan Edo bercanda.

    Hujan mengguyur sekolah mereka siang ini. Dea menunggu jemputan mamanya dihalte,saat dia ingin menyebrang,Edo dateng disampingnya. “Mau kemana kamu,ujan gini?” “Aku mau pulang sendiri aja,mamaku kelamaan ntar kesorean lagi.” “Bareng aku aja,gimana?” Edo mengajak Dea pulang bersama. “Emang kamu ga bawa sepeda?” “Ga,tadi aku dianterin sama papa.Ya udah,ayo!” Edo menarik tangan Dea dan memayunginya dengan jaket yang dipakainya. Ditengah perjalanan mereka berlari “De, gimana kalo kita ujan – ujanan aja sekalian,udah lama kita ga ujan – ujanan kayak waktu kecil.” “Tapi,nanti kalo sakit gimana?” Dea ragu. “Ga bakal kok,tenang aja ntar kalo kamu sakit aku yang bilang mama kamu.” “Ya udah.” Dea dan Edo bermain dan berlari – lari ditengah hujan yang lumayan deras,mereka bermain ditaman dekat perumahan mereka. ‘Ini yang kurindukan dari kamu sejak dulu,Do. Tawamu,senyummu,dan hangatnya pertemanan kita. Andai ini selamanya.’ Dalam hati Dea berkata sambil terus tertawa dan bermain bersama Edo. Begitu hujan reda mereka duduk ditaman. “Aku kangen kamu,kamu yang dulu beda.” Dea tersenyum menatap Edo. “Kamu juga.”
“Semuanya berubah ya, terkadang aku pingin kembali kemasa lalu.” “Iya,aku juga biar kembali agak mudaan.” “Dasar kamu!”Dea tertawa. Sejenak semua hening Dea dan Edo bertatapan dan tersenyum. “Kamu ngapain ngliatin aku,terpesona ya?” Edo bercanda “Ih… ya kamu yang terpesona sama aku,dari tadi kamu yang liatin aku, dasar GR!” Dea tertawa. “De,boleh aku ngomong sesuatu sama kamu?” “Ngomong apa?”. Edo terdiam dia hanya tersenyum dan tangannya menunjukan bentuk hati dan menunjuk pada Dea. Dea tersenyum seperti mengetahui maksud Edo,Dea bangun dari duduknya dan berjalan meninggalkan Edo ditaman. “Hei,apa jawabannya?” Edo berteriak kearah Dea, Dea hanya tersenyum. “Besok ya!” Edo berteriak lagi dan bangkit dari duduknya untuk pulang.

  Keesokan harinya hingga hari ini saat mereka sudah ada di SMA elit dikota itu,seperti hari – hari untuk mereka berdua selalu mereka berdua. “Dea,ayo pulang,cepetan!” Edo mengajak Dea pulang. “Duh,bentar emang kenapa sih?” “Ya,ntar kalo kesorean aku yang dimarahi sama mama kamu ‘Aduh,pulang sore kemana aja kalian?’. Bosen aku dengernya.” “Eh,enak aja kamu ngatain mamaku,ya udah aku pulang sendiri aja!” Dea berjalan meninggalkan Edo,tapi Edo menarik tangannya “Iya,maaf makanya cepetan dong. Ayo naik,cepet pake helmnya.” Mereka pulang dan dalam perjalanan mereka bergurau.


   Pagi ini cukup cerah, Dea berangkat kesekolah sendiri,tak seperti biasanya bareng dengan Edo. Dea berjalan menuju kelas namun sesaat hatinya berubah mendung hanya karna melihat Edo duduk dan bergurau disamping Tasya dan ini bukan yang pertama kalinya. Melihat Dea didepan pintu memandanginya Edo menghampiri dan ingin mencoba menjelaskan tapi Dea pergi dan berlari ketaman sekolah. “Dea,tunggu aku mau ngomong.” “Ngomong apa lagi, jadi ini alasan kamu ninggalin aku pagi tadi biar bisa ngobrol dengan Tasya dan kamu anggap aku ga tau apa?” Titik – titik air mata menetes dipipi Dea. “Bukan itu,karna tadi pagi aku buru – buru karna aku harus mengantar adikku juga kan hari ini dia ada latihan paduan suara,kemarinkan aku udah bilang. Kenapa kamu gini amat sih?” Edo menjelaskan panjang lebar. “Oke,maafin aku kalo aku ga ngerti kamu.” Dea berlalu menuju kelas,kini dia meminta pindah tempat duduknya yang semula didepan Edo bertukar dengan Dio dan Rama dibelakang. “Kalian kenapa sih,tumben – tumbenan?” Rama bertanya keanehan mereka berdua “Dan kenapa tadi Dea nangis?” Dio menambahi “Ga apa cuma salah paham aja.” Edo mencoba tersenyum.

   Lebih dari seminggu mereka terus saling diam. Sebenarnya Edo ingin berbicara dengan Dea tapi Edo masih ragu dan hari ini Edo mencobanya. “Aline kamu mau pindah kemana,kamu ga mau duduk sama aku lagi?” Dea heran saat Aline memindah duduknya. “Ga apa kok,De. Aku cuma pingin duduk didepan hari ini. Bolehkan aku didepan?” “Ehm… iya.” Dengan tak terpikir Edo duduk disamping Dea “Ngapain kamu disini?” Dea mengeraskan suaranya saat jam pelajaran. “Sst… jangan keras – keras.” Edo menutup mulut Dea. “Dea ada apa?” Begitu guru fisika memanggilnya keras. “Tidak pak,tidak apa – apa. Maaf pak,!” Segera Dea meminta maaf. “Ngapain kamu disini?” kali ini Dea mengecilkan suaranya. “De, maafin aku ya. Kamu salah paham,aku dateng pagi waktu itu cuma kamuflase mau nyontek PRnya Tasya,tapi aku nganter adikku pagi itu beneran,De… maafin ya!” Edo memohon pada Dea dengan gaya memelas andalanya itu. Sejenak Dea berfikir “Ya udah tapi jangan lagi,lagian kamu ngapain nyontek PR Tasya, waktu sorenya kamu bisa kerumahku kan?” “Aku ketiduran, tapi beneran dimaafin ya?” “Iya,iya…” “Nah,gitu dong. Gitu kan kelihatan manis.” Edo kembali kebangkunya lagi dan Dea hanya menggeleng.


   Liburan semester ini Dea dan Edo berlibur sendiri, pagi ini Edo akan berangkat berlibur ke Jakarta, sedang Dea hanya dikota itu. “Hati – hati ya!” Dea menatap Edo “Aku janji bakal pulang sebelum kamu ulang tahun,De.” Edo mengusap kepala Dea “Inget aja.” Dea tertawa “Ya iya,kalo orangnya spesial hari spesialnya ga bisa lupa. Aku berangkat ya!” Edo masuk kedalam mobil dan melambaikan tangan pada Dea. Hari – hari menjadi sepi bagi Dea tanpa Edo. Liburan kali ini Dea tak mau kemana – mana, dia khawatir kalau saja sewaktu – waktu Edo datang dan menemuinya,dia khawatir Edo kecewa kalau saat dia datang Dea tak ada. “Sudah, ayolah kita jalan – jalan sebentar,Kak. Untuk hari ini saja, Kak Edo ga bakal datang diakan sedang berlibur. Ayo, aku bosan dirumah.” Della adik Dea terus merayunya untuk ikut berlibur dengan keluarga mereka. “Tapi bagaimana kalo dia benar – benar pulang?” “Kak, dia berlibur dan pasti itu lama diluar kota lagi.” “Iya…iya… ayo kita berangkat.” Dea berlibur dengan keluarganya dipantai. Disana mereka semua piknik,berenang,dan melakukan hal – hal yang biasa mereka lakukan dipantai tapi Dea tak ikut,dia hanya duduk dipasir pantai yang lembut dan termenung. ‘Seandainya Edo dan keluarganya juga ada disini mungkin aku tak kesepian.’

   Hari ini Edo pulang dan menepati janjinya untuk pulang sehari sebelum Dea berulang tahun. “Aku udah pulangkan?” Edo datang ketaman tempat dimana dia dan Dea bertemu. “Iya,aku tau kalo kamu bakal tepat waktu dan ga ingkar janji.” Dea tersenyum. “Makasih,De. Selama ini kamu udah nemenin aku. Aku ga pernah nyangka bakal ketemu sama kamu lagi.” “Edo,kamu kok bilang gitu? Emang kamu mau ninggalin aku ya?” Dea merasa tidak suka dengan kata – kata Edo dan merasa ada sesuatu yang aneh. “Ga akan,karna kamu selalu ada disini dihatiku,De.” Edo meyakinkan Dea. Sejenak semuanya terdiam,taman yang begitu luasnya terasa sepi. “Udah ya, aku pulang dulu. Tunggu aku besok dirumahmu.” Edo berdiri dari duduknya tersenyum pada Dea dan pulang.

  Inilah hari yang sangat ditunggu Dea. Siang ini dia duduk menunggu Edo. Dea mencoba menelpon Edo “Do,kamu dimana?” “Iya sebentar tunggu aku,aku lagi dijalan.” Edo menjawab telepon dari Dea. Beberapa saat suara Edo sudah tak terdengar. ‘Apa dimatikan ya? Ya sudah ,aku tunggu saja.’ Namun sudah 2 jam Dea menunggu tapi Edo belum datang. “Sabar,De. Sebentar lagi pasti Edo datang.” Mama menenangkan Dea. “Eh…iya ma.” Dea tersenyum. Jenuh dia menunggu Edo, Dea menonton televisi diberita diberitahukan bahwa seorang pemuda kecelakaan dengan sebuah mobil besar. Begitu takutnya Dea hingga televisi dimatikan dan kembali menunggu Edo. Kecemasan dalam hatinya semakin bertambah ‘Edo pasti datang,dia tak apa aku harus yakin itu.’ Mata Dea berkaca – kaca dia takut kalau – kalau itu benar – benar Edo. Telepon dirumahnya berdering  ,Dea mencoba mengangkatnya “Halo…” sesingkat itu Dea berbicara. “Halo,Dea ini tante sayang.” Dea terdiam dia hanya berkata dalam hati ‘Kenapa suara tante parau,tak seperti biasa,dan seperti ada isak tangis? Ada apa?’ “Ehm… ada apa tante?” “Edo… Edo kecelakaan,De. Cepat kamu kesini.” “Ehm,iya tante.” ‘Ternyata benar ini semua Edo.’ Dea berlari menghampiri keluarganya. “Semua,kita ke Rumah Sakit sekarang Edo kecelakaan!” Mata indah Dea menitihkan air mata. Kini Dea dan keluarganya menuju Rumah Sakit dan begitu sampai disana Dea memeluk mama Edo erat.

   Berjam – jam mereka menunggu hingga dokter keluar dari ruangan. “Dok,bagaimana keadaan Edo?” mama Edo segera bertanya pada dokter. “Dia mengalami pendarahan diotaknya. Hingga menjadi fatal.” Dokter meminta maaf pada semua keluarga pasien yang datang. “Jadi maksud dokter Edo meninggal?” Dea menangis. Dokter hanya mengangguk dan berlalu dari hadapan mereka semua. Mama Edo menangis. Dea tak mampu mendengar semua hingga dia pingsan.

   “Dea sini kejar aku,katanya bisa ngejar aku?” “Edo,sini balikin bukuku. Dasar resek kamu,Edo.” Dea berteriak dan mengejar Edo. “Edo,balikin aku bilang. Sini,cepet!” Dea duduk ditaman dan berhenti mengejar Edo. “Yee… gitu aja ngambek,ini aku balikin. Jangan marah dong.” Edo tersenyum. Dea mengambil buku dari tangan Edo “Abis kamu resek sih.” “Hahaha…resek mana sama kamu waktu kecil?” “Ya…ya sama aja sih sebenernya.” Dea dan Edo tertawa. “EDO!” Dea berteriak dan terbangun dari tidurnya. ‘Itu semua tadi hanya mimpiku dan kenyataannya Edo udah pergi selamanya.’ Dea berkata dalam hati dan menangis lagi. “Sudah De,jangan ditangisi. Ayo, cepat cuci mukamu dan ganti baju kita ikut ke pemakaman Edo.” “Iya ma.” Dea beranjak dari tempat tidurnya dan segera menuruti perintah mamanya.

   Setelah kepemakaman Edo, Dea tak langsung pulang dia diajak mama Edo untuk kerumahnya. “Dea sini masuk.” “Iya tante.” Dea masuk kedalam rumah yang kini sepi tanpa tawa Edo lagi. “Ini hadiah yang ingin Edo berikan saat kamu ulang tahun. “ Mama Edo tersenyum. Dea menerima kotak kecil saat dia membuka kado itu isinya kalung liontin indah didalamnya ada foto masa kecil mereka berdua dan ada surat kecil:




Heart: Happy Birtday Dea.
Jangan jail dan cengeng lagi ya…
Aku sayang sama kamu.
Hahaha…

EDO 






                      



Dea tersenyum dirumah membaca surat terakhir Edo. Dia tak akan mendengar tawa Edo lagi selamanya. “Dea?” mama mengagetkan Dea. “Iya ma?” “Minggu depan kita pindah dari kota ini karna papa akan berpindah tugas lagi.” “Ehm… iya.” Dea tersenyum.

   Hari ini Dea harus meninggalkan kota ini. Dea berpamitan pada orang tua Edo dan dia juga sempat kemakam Edo “Edo,aku mau pergi semoga kamu selalu tersenyum disana. Aku akan kangen kamu selalu.” Setelah ke makam Edo dia meminta papa dan mamanya menjemputnya ditaman biasa dia  bercanda dengan Edo dan mengatakan dalam hati ‘Ini terakhir kalinya aku ada ditempat ini dan semoga aku bisa melupakan Edo.’ Dea naik kedalam mobil dan memulai perjalanannya menuju bandara. Sesampai dibandara dia bersalaman dengan Dio dan Rama sahabatnya. “Kamu yakin mau pergi?” Rama bertanya. “Ya iya dong.” “Aku bakal kangen kamu,De.” Dio tersenyum pada Dea. “Iya aku juga bakal kangen kalian berdua.” Begitu hingga Dea naik kedalam pesawat dan melambaikan tangan pada Rama dan Dio. Melanjutkan perjalanannya terbang lebih tinggi lagi.


The End



_PRanda.:Buat semua…jangan terlalu percaya dengan cinta karna cinta datang dan pergi dan jika kalian mengharapkannya suatu saat dia akan kembali untuk kalian. Love u all.






Post comment @ fb= pranda.pranda@ymail.com


Minggu, 05 September 2010

BARu!!! WH + ammo + no DC

baru gan nie Yg Bru!!
MsH sEgeR..
WoRk 9999999999999%
Yg MAo SEDot Aj GAn ...
 SEDOT D SENE!!!


CLUE PASS.: kata-kata kotor khas MaLAng (Ju****k)
ni cari sampe plosok plosok !!!
JAngaN d JUAl ..

Jumat, 03 September 2010

Nie Gan Yg bRu Maen atO yg Cri cra biar kill byak...

Point blank merupakan permainan yang lagi banyak di gandrungi oleh para gamers Indonesia, cara bermain point blank agar jago dan pinter halah kayak aku juga bisa aja main pb pake buat postingan segala hee, tapi gak apa-apa namanya juga mau share, cara main point blank tanpa cheat tapi tetep jago ini saya dapatkan dari situs kasku.us, iseng-iseng saya cari referensi cara main pb ehh dapet artikel menarik banget dan sayang kalo gak di share, dan sambil menunggu update point blank terbaru bisa belajar dulu cara main pb ala Indonesia ini
Meski sekarang ini banyak banget yang maen point blank menggunakan cara-cara belakang atau cit atau cheat atau apalah namanya, akan tetapi jika kita main secara normal akan jauh lebih baik, dan tidak usah berburu di google download cheat point blank terbaru, langsung aja deh cara main point blank agar jago tanpa pake cheat
1. Cara biar tepat Headshot 100%.
  • - kamu harus banyak belajar cara arahin tembakan ke kepala musuh.Dengan reflek yang cepat,tepat dan santai.Yang penting santai, soalnya Headshot juga diperlukan skill menembak yang bagus. Walalupun belum ketemu musuh,usahakan arah tembakan tetap terjaga sejajar dengan kepala musuh (dikira-kira).Jadi pas ketemu musuh tinggal JEDEEER! HEADSHOT dehh… hehe…
  • Untuk masalah weapon yang paling bagus dan enak buat HS, pakailah MP7,p90 atau kriss sv karena akurasinya gila2an! Keistimewaan MP7 dan p90 ini walopun kamu nembak brondong, pelurunya tetap terarah mengikuti gerakan arah tembakan.Kelemahannya ini senjata cepat reload.Jadi usahakan waktu brondong dipasin ke arah musuh setepat-tepatnya!!! alhasil musuh bakal senewen sendiri gara-gara mati terus
2. Cara Biar cepet naek Level.
  • selalu gabung dengan tim yang sering menang.paling ngga EXP yang didapat lebih banyak dariada tim yang kalah.
  • Jadilah pemain dengan kill terbanyak!
  • Yang terpenting maen teruuuuss. Disamping itu kamu kudu sering peringkat 1, jadi dapet EXP paling besar sendiri.hehe…(gimana gak cepet naek levelnya?!)
  • Pake item yang meningkatkan EXP 130%,tapi pake cash ni gan belinya.Sekarang tersedia VOUCHER seharga 10.000 rupiah
  • Rajin-rajin beli title dan menyelesaikannya.
3. Biar bisa kill terbanyak waktu bertanding.
  • Gak perlu skill yang tinggi,jujur saya aja skillnya juga pas2an tapi bisa dapet posisi atas terus. Yang kamu butuhkan hanya bokongin lawan(nyerang musuh dari belakang), Posisi Bertahan, Menyerang Sembunyi2(ngendok), Nge-time deket markas musuh dan biasakan menyerang bersama tim (jangan menyerang sendirian). Tapi ati2 kalo abis nge-bokong kamu di bokong juga. Maka dari itu sebelum ngebunuh lawan dari belakang liat situasi dulu bos, dan setelah kill langsung liat kanan kiri kamu (istilahnya tetap waspada). Untuk masalah senjata, ada baiknya pakai senjata cash ya… itung-itung ngasih donasi buat gemscool gitu… ^^v
4. Biar bisa jadi Dewa PB.
  • Harus pinter-pinter ngepasin arah tembakan ke arah musuh dengan tepat, meskipun musuh itu bergerak kesana kemari sambil menembaki kamu.usahakan tetap santai dan jangan menembak dulu sebelum arah tembakan tepat di bagian musuh(agar musuh cepat mati). Dalam menembak jangan terlalu nafsu juga , kalo emang gak perlu di brondong, jangan lakukan,ragu-ragu nanti malah kamu yang kebunuh.santai tapi arah tembakan tetap tertuju pada musuh. That’s the key!
  • Harus pintar Headshot. Belajar Headshot bisa sama NPC/BOT dulu.Pasin arah tembakan ke kepala musuh. Feeling kamu juga kudu kuat! Biasanya yang dulu sering maen CS apalagi udah dewa CS, wah maen PB bisa jadi Dewa dengan mudah!!!Dapet Headshot bisa mudah banget.
  • kamu harus pintar kill musuh dari long distance (jarak jauh)
  • Skill ini juga penting banget, kalo kamu cuma jago jarak dekat aja rasanya kurang lengkap. Gak semua musuh bakal maju terus nyerang kamu. Contoh aja jika ada sang dewa yang ada di posisi tim yang kalah, dia pasti memilih untuk bertahan dan memburu musuhnya dari markasnya, tentunya dari jarak yang jauh. Dijamin deh pasti tim yang menang itu tadi ilfeel buat maju-maju ke markas musuhnya lagi… wkwk ^^v
  • harus pintar bokong juga. keahlian ini biasanya dimiliki sama orang yang penglihatannya jeli dan cerdik, dia mampu melihat musuh tanpa diketahui oleh musuhnya. (nge-bokong itu juga susah-susah gampang lho). Lebih memalukan lagi kalo udah ngebokong, musuhnya gak mati dan malah kamu yang mati dibunuh dia.ahahahaah..!!! (saya juga sering tuh) itu kalo malas mode on. yah whatever you say, i never want to be a stupid player…^^v
  • Damage ke musuh harus mantep! Kalo kamu gak pingin di bokong setelah kill musuh, berarti kamu harus bunuh musuh dengan cepat, salah satu caranya dengan menggunakan weapon berdamage besar,contohnya AK/Shot gun/M4A1 dan tembakan juga harus tepat lho.Kalo kill cepet, musuh lainnya jadi gak punya kesempatan buat ngurangin darah kamu..
5. Kalo udah capek mending berenti aja.
  • Karena kalo udah capek biasanya kalah mulu, dead lebih banyak daripada mati.So, Jaga prestige char kamu tetap bagus,biar kill ratenya bisa maknyus gitu. Oh ya, jangan sering kabur dalam permainan, karena akan membuat Frag menjadi jelek.
6. Yang terpenting setiap bertemu musuh entah itu dari jarak dekat ato jauh, tetaplah fokus dan yakin kalo kamu bisa bunuh tu musuh.
  • Still Believe pada kemampuanmu.Jangan terlalu nafsu dan jangan main perasaan kalo lagi tanding. Menang kalah it’s just a game! okeh?
  • Kesimpulan : Menjadi orang yang pintar sebuah game itu juga dipengaruhi bakat, jika kita sudah berusaha dan tetap pas-pasan bukan berarti kita bodoh, tapi hanya seginilah kemampuan kita, hanya inilah yang kita punya dari pemberian Allah.Tetap bersyukur ya…

jonita 03092010

cheat ammo ama misi mayor nih.....
nih linknya...sedot SEne Gan..!!

CLUE PASSNYA:nama presiden pertama(pake ejaan lama dan gag pake ir)

FIESTA TRAINER V.1.1


efek cheat ni..infinte ammo,granat,wallshot..

untuk tutor cari sendiri.....

lagnsung sedot gan.....sedot sene gan!!

ALT TAB USING HRD V 1.2.1

TUTOR ADA DI DALAMNYA....

silakan di sedot gan......///----///

Senin, 28 Juni 2010

legenda kota atlantis

Legenda Atlantis
Mitos tentang Peradaban Atlantis pertama kali dicetuskan oleh seorang filsafat Yunani kuno yang bernama Plato (427-347 SM) dalam bukunya Critias dan Timaeus.
Dalam buku Timaeus, Plato menceritakan bahwa dihadapan selat Mainstay Haigelisi ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir. Tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.
Dibagian lain pada buku Critias mengisahkan tentang Atlantis. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates. Disana ia tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog. Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon (639-559 SM).
Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno, suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dan dari tempat pemujaan makam leluhur ia dapat mengetahui legenda Atlantis.
Garis besar kisah pada buku tersebut ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya. Istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertahtakan emas, cemerlang dan megah.
Di sana, tingkat perkembangan peradabannya memukau orang. Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Namun setelah dilanda gempa dahsyat  tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, bahkan juga hilang dalam ingatan orang-orang.
atlantis1003
Jika dibaca dari sepenggal kisah diatas maka kita akan berpikiran bahwa Atlantis merupakan sebuah peradaban yang sangat memukau. Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan pada waktu itu sudah menjadikannya sebuah bangsa yang besar dan mempunyai kehidupan yang makmur. Tapi kemudian saya mempunyai pertanyaan, apakah itu hanya sebuah cerita untuk pengantar tidur pada jamannya Plato atau memang Plato mempunyai bukti-bukti kuat dan otentik bahwa Atlantis itu benar-benar pernah ada dalam kehidupan di bumi ini?
Terdapat beberapa catatan tentang usaha para ilmuwan dan orang-orang dalam pencarian untuk membuktikan bahwa Atlantis itu benar-benar pernah ada.
Menurut perhitungan versi Plato waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun yang silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.
Penemuan Arkeologi
Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.
Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batudan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?
Awal tahun ‘70-an disekitar kepulauan Yasuel Samudera Atlantik, sekelompok peneliti telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?
Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia. Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?
Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda. Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang. Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?
Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan mutlak percaya terhadap apa yang mereka temukan itu adalah Benua Atlantis seperti yang dilukiskan oleh Plato. Benarkah itu?
atlantis-indonesia-map
atlantis-indonesia-map-4
Yang lebih menghebohkan lagi adalah penelitian yang dilakukan oleh Aryso Santos, seorang ilmuwan asal Brazil. Santos menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang ini disebut Indonesia. Dalam penelitiannya selama 30 tahun yang ditulis dalam sebuah buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” dia menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis itu merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
peradaban atlantis
Sedangkan menurut Plato Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.
Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”
Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.
Usaha lain menguak tabir tentang kehidupan Atlantis
Ini ada lagi yang lebih unik dari Santos dan kawan-kawan tentang usaha mereka untuk menguak misteri Atlantis. Sarjana Barat secara kebetulan menemukan seseorang yang mampu mengingat kembali dirinya sebagai orang Atlantis di kehidupan sebelumnya “Inggrid Benette”. Beberapa penggal kehidupan dan kondisi sosial dalam ingatannya masih membekas, sebagai bahan masukan agar bisa merasakan secara gamblang peradaban tinggi Atlantis. Dan yang terpenting adalah memberikan kita petunjuk tentang mengapa Atlantis musnah.
Di bawah ini adalah ingatan Inggrid Bennette tersebut:.

# Kehidupan yang Dipenuhi Kecerdasan
Dalam kehidupan sebelumnya di Atlantis, saya adalah seorang yang berpengetahuan luas, dipromosikan sebagai kepala energi wanita “Pelindung Kristal” (setara dengan seorang kepala pabrik pembangkit listrik sekarang). Pusat energi ini letaknya pada sebuah ruang luas yang bangunannya beratap lengkung. Lantainya dari pasir dan batu tembok, di tengah-tengah kamar sebuah kristal raksasa diletakkan di atas alas dasar hitam. Fungsinya adalah menyalurkan energi ke seluruh kota. Tugas saya melindungi kristal tersebut. Pekerjaan ini tak sama dengan sistem operasional pabrik sekarang, tapi dengan menjaga keteguhan dalam hati, memahami jiwa sendiri, merupakan bagian penting dalam pekerjaan, ini adalah sebuah instalasi yang dikendalikan dengan jiwa. Ada seorang lelaki yang cerdas dan pintar, ia adalah “pelindung” kami, pelindung lainnya wanita.
Rambut saya panjang berwarna emas, rambut digelung dengan benda rajutan emas, persis seperti zaman Yunani. Rambut disanggul tinggi, dengan gulungan bengkok jatuh bergerai di atas punggung. Setiap hari rambutku ditata oleh ahli penata rambut, ini adalah sebagian pekerjaan rutin. Filsafat yang diyakini orang Atlantis adalah bahwa “tubuh merupakan kuilnya jiwa”, oleh karena itu sangat memperhatikan kebersihan tubuh dan cara berbusana, ini merupakan hal yang utama dalam kehidupan. Saya mengenakan baju panjang tembus pandang, menggunakan daun pita emas yang diikat di pinggang belakang setelah disilang di depan dada. Lelaki berpakaian rok panjang juga rok pendek, sebagian orang memakai topi, sebagian tidak, semuanya dibuat dengan bahan putih bening yang sama. Seperti pakaian seragam, namun di masa itu, sama sekali tidak dibedakan, mengenakan ini hanya menunjukkan sebuah status, melambangkan kematangan jiwa raga kita. Ada juga yang mengenakan pakaian warna lain, namun dari bahan bening yang sama, mereka mengenakan pakaian yang berwarna karena bertujuan untuk pengobatan. Hubungannya sangat besar dengan ketidakseimbangan pusat energi tubuh, warna yang spesifik memiliki fungsi pengobatan.
# Berkomunikasi dengan Hewan
Saya sering pergi mendengarkan nasihat lumba-lumba. Lumba-lumba hidup di sebuah tempat yang dibangun khusus untuk mereka. Sebuah area danau besar yang indah, mempunyai undakan raksasa yang menembus ke tengah danau. Pilar dua sisi undakan adalah tiang yang megah, sedangkan area danau dihubungkan dengan laut melalui terusan besar. Di siang hari lumba-lumba berenang di sana, bermain-main, setelah malam tiba kembali ke lautan luas. Lumba-lumba bebas berkeliaran, menandakan itu adalah tempat yang sangat istimewa. Lumba-lumba adalah sahabat karib dan penasihat kami. Mereka sangat pintar, dan merupakan sumber keseimbangan serta keharmonisan masyarakat kami. Hanya sedikit orang pergi mendengarkan bahasa intelek lumba-lumba. Saya sering berenang bersama mereka, mengelus mereka, bermain-main dengan mereka, serta mendengarkan nasihat mereka. Kami sering bertukar pikiran melalui telepati. Energi mereka membuat saya penuh vitalitas sekaligus memberiku kekuatan. Saya dapat berjalan-jalan sesuai keinginan hati, misalnya jika saya ingin pergi ke padang luas yang jauh jaraknya, saya memejamkan mata dan memusatkan pikiran pada tempat tersebut. Akan ada suatu suara “wuung” yang ringan, saya membuka mata, maka saya sudah berada di tempat itu.
Saya paling suka bersama dengan Unicorn (kuda terbang). Mereka sama seperti kuda makan rumput di padang belantara. Unicorn memiliki sebuah tanduk di atas kepalanya, sama seperti ikan lumba-lumba, kami kontak lewat hubungan telepati. Secara relatif, pikiran Unicorn sangat polos. Kami acap kali bertukar pikiran, misalnya, “Aku ingin berlari cepat”. Unicorn akan menjawab: “Baiklah”. Kita lari bersama, rambut kami berterbangan tertiup angin. Jiwa mereka begitu tenang, damai menimbulkan rasa hormat. Unicorn tidak pernah melukai siapa pun, apalagi mempunyai pikiran atau maksud jahat, ketika menemui tantangan sekalipun akan tetap demikian.
Saya sering kali merasa sedih pada orang zaman sekarang, sebab sama sekali tidak percaya dengan keberadaan hewan ini, ada seorang pembina jiwa mengatakan kepadaku: “Saat ketika kondisi dunia kembali pada keseimbangan dan keharmonisan, semua orang saling menerima, saling mencintai, saat itu Unicorn akan kembali”.
# Lingkungan yang Indah Permai
Di timur laut Atlantis terdapat sebidang padang rumput yang sangat luas. Padang rumput ini menyebarkan aroma wangi yang lembut, dan saya suka duduk bermeditasi di sana. Aromanya begitu hangat. Kegunaan dari bunga segar sangat banyak, maka ditanam secara luas. Misalnya, bunga yang berwarna biru dan putih ditanam bersama, ini bukan saja sangat menggoda secara visual, sangat dibutuhkan buat efektivitas getaran. Padang rumput ini dirawat oleh orang yang mendapat latihan khusus dan berkualitas tinggi serta kaya pengetahuan. “Ahli ramuan” mulai merawat mereka sejak tunas, kemudian memetik dan mengekstrak sari pati kehidupannya.
Di lingkungan kerja di Atlantis, jarang ada yang berposisi rendah. Serendah apa pun pekerjaannya, tetap dipandang sebagai anggota penting di dalam masyarakat kami. Masyarakat terbiasa dengan menghormati dan memuji kemampuan orang lain. Yang menanam buah, sayur-mayur, dan penanam jenis kacang-kacangan juga hidup di timur laut. Sebagian besar adalah ahli botani, ahli gizi dan pakar makanan lainnya. Mereka bertanggung jawab menyediakan makanan bagi segenap peradaban kami.
atlantis4
Sebagian besar orang ditetapkan sebagai pekerja fisik, misalnya tukang kebun dan tukang bangunan. Hal itu akan membuat kondisi tubuh mereka tetap stabil. Sebagian kecil dari mereka mempunyai kecerdasan, pengaturan pekerjaan disesuaikan dengan tingkat perkembangan kecerdasan mereka. Orang Atlantis menganggap, bahwa pekerjaan fisik lebih bermanfaat, ini membuat emosi (perasaan) mereka mendapat keseimbangan, marah dan suasana hati saat depresi dapat diarahkan secara konstruktif, lagi pula tubuh manusia terlahir untuk pekerjaan fisik, hal tersebut telah dibuktikan. Namun, selalu ada pengecualian, misalnya lelaki yang kewanitaan atau sebaliknya, pada akhirnya, orang pintar akan membimbing orang-orang ini bekerja yang sesuai dengan kondisi mereka. Setiap orang akan menuju ke kecerdasan, berperan sebagai tokoh sendiri, semua ini merupakan hal yang paling mendasar.
atlantis
Seluruh kehidupan Atlantis merupakan himpunan keharmonisan yang tak terikat secara universal bagi tumbuh-tumbuhan, mineral, hewan dan sayur-mayur. Setiap orang merupakan partikel bagiannya, setiap orang tahu, bahwa pengabdian mereka sangat dibutuhkan. Di Atlantis tidak ada sistem keuangan, hanya ada aktivitas perdagangan. Kami tidak pernah membawa dompet atau kunci dan sejenisnya. Jarang ada keserakahan atau kedengkian, yang ada hanya kebulatan tekad.
# Teknologi yang Tinggi
Di Atlantis ada sarana terbang yang modelnya mirip “piring terbang” (UFO), mereka menggunakan medan magnet mengendalikan energi perputaran dan pendaratan, sarana hubungan jenis ini biasa digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Perjalanan jarak pendek hanya menggunakan katrol yang dapat ditumpangi dua orang. Ia mempunyai sebuah mesin yang mirip seperti kapal hidrofoil, prinsip kerja sama dengan alat terbang, juga menggunakan medan energi magnet. Yang lainnya seperti makanan, komoditi rumah tangga atau barang-barang yang berukuran besar, diangkut dengan cara yang sama menggunakan alat angkut besar yang disebut “Subbers.”
Atlantis adalah sebuah peradaban yang sangat besar, kami berkomunikasi menggunakan kapal untuk menyiarkan berita ke berbagai daerah. Sebagian besar informasi diterima oleh “orang pintar” melalui respons batin, mereka memiliki kemampuan menerima dengan cara yang istimewa, ini mirip dengan stasiun satelit penerima, dan sangat akurat. Maka, pekerjaan mereka adalah duduk dan menerima informasi yang disalurkan dari tempat lain. Sebenarnya, dalam pekerjaan, cara saya mengoperasikan kristal besar, juga dikerjakan melalui hati.
# Pengobatan yang Maju
Dalam peradaban ini, tidak ada penyakit yang parah. Metode pengobatan yang digunakan, semuanya menggunakan kristal, warna, musik, wewangian dan paduan ramuan, dengan mengembangkan efektivitas pengobatan secara keseluruhan.
Pusat pengobatan adalah sebuah tempat yang banyak kamarnya. Saat penderita masuk, sebuah warna akan dicatat di tembok. Lalu pasien diarahkan ke sebuah kamar khusus untuk menentukan pengobatan. Di kamar pertama, asisten yang terlatih baik dan berpengetahuan luas tentang pengobatan akan mendeteksi frekwensi getaran pada tubuh pasien. Informasi dialihkan ke kamar lainnya. Di kamar tersebut, sang pasien akan berbaring di atas granit yang datar, sedangkan asisten lainnya akan mengatur rancangan pengobatan yang sesuai untuk pasien.
Setelah itu, kamar akan dipenuhi musik terapi, kristal khusus akan diletakkan di pasien. Seluruh kamar penuh dengan wewangian yang lembut, terakhir akan tampak sebuah warna. Selanjutnya, pasien diminta merenung, agar energi pengobatan meresap ke dalam tubuh. Dengan demikian, semua indera yang ada akan sehat kembali, “warna” menyembuhkan indera penglihatan, “aroma tumbuh-tumbuhan” menyembuhkan indera penciuman, “musik yang merdu” menyembuhkan indera pendengaran, dan terakhir, “air murni” menyembuhkan indera perasa. Saat meditasi selesai, harus minum air dari tabung. Energinya sangat besar, bagaikan seberkas sinar, menyinari tubuh dari atas hingga ke bawah. Seluruh tubuh bagai telah terpenuhi. Teknik pengobatan selalu berkaitan dengan “medan magnet” dan “energi matahari”, sekaligus merupakan pengobatan secara fisik dan kejiwaan.
# Pendidikan Anak yang Ketat
Saat bayi masih dalam kandungan, sudah diberikan suara, musik serta bimbingan kecerdasan pada zaman itu. Semasa dalam kandungan, “orang pintar” akan memberikan pengarahan kepada orang tua sang calon anak. Sejak sang bayi lahir, orang tua merawat dan mendidiknya di rumah, menyayangi dan mencintai anak mereka. Di siang hari, anak-anak akan dititipkan di tempat penitipan anak, mendengar musik di sana, melihat getaran warna dan cerita-cerita yang berhubungan dengan cara berpikiran positif dan kisah bertema filosofis.
Pusat pendidikan anak, terdapat di setiap tempat. Anak-anak dididik untuk menjadi makhluk hidup yang memiliki inteligensi sempurna. Belajar membuka pikiran, agar jasmani dan rohani mereka bisa bekerja sama. Di tahap perkembangan anak, orang pintar memegang peranan yang sangat besar, pendidik mempunyai posisi terhormat dalam masyarakat Atlantis, biasanya baru bisa diperoleh ketika usia mencapai 60-120 tahun, tergantung pertumbuhan inteligensi. Dan merupakan tugas yang didambakan setiap orang.
Di seluruh wilayah, setiap orang menerima pendidikan sejak usia 3 tahun. Mereka menerima pendidikan di dalam gedung bertingkat. Di depan gedung sekolah terdapat lambang pelangi, pelangi adalah lambang pusat bimbingan. Pelajaran utamanya adalah mendengar dan melihat. Sang murid santai berbaring atau duduk, sehingga ruas tulang belakang tidak mengalami tekanan. Metode lainnya adalah merenung, mata ditutup dengan perisai mata, dalam perisai mata ditayangkan berbagai macam warna. Pada kondisi merenung, metode visualisasi seperti ini sangat efektif. Bersamaan itu juga diberi pita kaset bawah sadar. Saat tubuh dan otak dalam keadaan rileks, pengetahuan mengalir masuk ke bagian memori otak besar. Ini merupakan salah satu metode belajar yang paling efektif, sebab ia telah menutup semua jalur informasi yang dapat mengalihkan perhatian. “Orang pintar” membimbing si murid, tergantung tingkat kemampuan menyerap sang anak, dan memudahkan melihat bakat tertentu yang dimilikinya. Dengan begini, setiap anak memiliki kesempatan yang sama mengembangkan potensinya.
Pemikiran maju yang positif dan frekwensi getaran merupakan kunci utama dalam masa belajar dan meningkatkan/mendorong wawasan sanubari terbuka. Semakin tinggi tingkat frekwensi getaran pada otak, maka frekwensi getaran pada jiwa semakin tinggi. Semakin positif kesadaran inheren, maka semakin mencerminkan kesadaran ekstrinsik maupun kesadaran terpendam. Ketika keduanya serasi, akan membuka wawasan dunia yang positif: Jika keduanya tidak serasi, maka orang akan hanyut pada keserakahan dan kekuasaan. Bagi orang Atlantis, mengendalikan daya pikir orang lain adalah cara hidup yang tak beradab, dan ini tidak dibenarkan.
Dalam buku sejarah kami, kami pernah merasa tidak aman dan tenang. Karakter leluhur kami yang tak beradab masih saja mempengaruhi masyarakat kami waktu itu. Misalnya, memilih binatang untuk percobaan. Namun, kaidah inteligensi dengan keras melarang mencampuri kehidupan orang lain. Meskipun kita tahu ada risikonya, namun kita tidak boleh memaksa atau menghukum orang lain, sebab setiap orang harus bertanggung jawab atas perkembangan sanubarinya sendiri. Pada masyarakat itu, rasa tidak aman adalah demi untuk mendapatkan keamanan. Filsafat seperti ini sangat baik, dan sangat dihormati orang-orang ketika itu, ia adalah pelindung kami.
# Kiamat yang Melanda Atlantis
Saya tidak bersuami. Pada waktu itu, orang-orang tidak ada ikatan perkawinan. Jika Anda bermaksud mengikat seseorang, maka akan melaksanakan sebuah upacara pengikatan. Pengikatan tersebut sama sekali tidak ada efek hukum atau kekuatan yang mengikat, hanya berdasarkan pada perasaan hati. Kehidupan seks orang Atlantis sangat dinamis untuk mempertahankan kesehatan. Saya memutuskan hidup bersamanya berdasarkan kesan akan seks, inteligensi dan daya tarik. Di masa itu, seks merupakan sebuah bagian penting dalam kehidupan, seks sama pentingnya dengan makan atau tidur. Ini adalah bagian dari “keberadaan hidup secara keseluruhan”, lagi pula tubuh kami secara fisik tidak menampakkan usia kami, umumnya kami dapat hidup hingga berusia 200 tahun lamanya.
Ada juga yang orang berhubungan seks dengan hewan, atau dengan setengah manusia separuh hewan, misalnya, tubuh seekor kuda yang berkepala manusia. Di saat itu, orang Atlantis dapat mengadakan transplantasi kawin silang, demi keharmonisan manusia dan hewan pada alam, namun sebagian orang melupakan hal ini, titik tolak tujuan mereka adalah seks. Orang yang sadar mengetahui bahwa ini akan mengakibatkan ketidakseimbangan pada masyarakat kami, orang-orang sangat cemas dan takut terhadap hal ini, tetapi tidak ada tindakan preventif. Ini sangat besar hubungannya dengan keyakinan kami, manusia memiliki kebebasan untuk memilih, dan seseorang tidak boleh mengganggu pertumbuhan inteligensi orang lain. Orang yang memilih hewan sebagai lawan main, biasanya kehilangan keseimbangan pada jiwanya, dan dianggap tidak matang.
# Teknologi Maju yang Lalim
Pada masa kehidupan saya, kami tahu Atlantis telah sampai di pengujung ajal. Di antara kami ada sebagian orang yang tahu akan hal ini, namun, adalah sebagian besar orang sengaja mengabaikannya, atau tidak tertarik terhadap hal ini. Unsur materiil telah kehilangan keseimbangan. Teknologi sangat maju. Misalnya, polusi udara dimurnikan, suhu udara disesuaikan. Majunya teknologi, hingga kami mulai mengubah komposisi udara dan air. Terakhir ini menyebabkan kehancuran Atlantis.
Empat unsur pokok yakni: angin, air, api, dan tanah adalah yang paling fundamental dari galaksi dan bumi kami ini, basis materiil yang paling stabil. Mencoba menyatukan atau mengubah unsur pokok ini telah melanggar hukum alam. Ilmuwan bekerja dan hidup di bagian barat Atlantis, mereka “mengalah” pada keserakahan, demi kekuasaan dan kehormatan pribadi bermaksud “mengendalikan” 4 unsur pokok. Kini alam tahu, hal ini telah mengakibatkan kehancuran total. Mereka mengira dirinya di atas orang lain, mereka berkhayal sebagai tokoh Tuhan, ingin mengendalikan unsur pokok dasar pada bintang tersebut.
# Menjelang Hari Kiamat
Ramalan “kiamat” pernah beredar secara luas, namun hanya orang yang pintar dan yang mengikuti jalan spritual yang tahu penyebabnya. Akhir dari peradaban kami hanya disebabkan oleh segelintir manusia! Ramalan mengatakan: “Bumi akan naik, Daratan baru akan muncul, semua orang mulai berjuang lagi. Hanya segelintir orang bernasib mujur akan hidup, mereka akan menyebar ke segala penjuru di daratan baru, dan kisah Atlantis akan turun-temurun, kami akan kembali ke masa lalu”. Menarik pelajaran, Lumba-lumba pernah memberitahu kami hari “kiamat” akan tiba, kami tahu saat-saat tersebut semakin dekat, sebab telah dua pekan tidak bertemu lumba-lumba. Mereka memberitahu saat kami akan pergi ke sebuah tempat yang tenang, dan menjaga bola kristal, lumba-lumba memberitahu kami dapat pergi dengan aman ke barat.
Banyak orang meninggalkan Atlantis mencari daratan baru. Sebagian pergi sampai ke Mesir, ada juga menjelang “kiamat” meninggalkan Atlantis dengan kapal perahu, ke daratan baru yang tidak terdapat di peta. Daratan-daratan ini bukan merupakan bagian dari peradaban kami, oleh karena itu tidak dalam perlindungan kami. Banyak yang merasa kecewa dan meninggalkan kami, aktif mencari lingkungan yang maju dan aman. Oleh karenanya, Atlantis nyaris tidak ada pendatang. Namun, setelah perjalanan segelintir orang hingga ke daratan yang “aneh”, mereka kembali dengan selamat. Dan keadaan negerinya paling tidak telah memberi tahu kami pengetahuan tentang kehidupan di luar Atlantis.
Saya memilih tetap tinggal, memastikan kristal energi tidak mengalami kerusakan apa pun, hingga akhir. Kristal selalu menyuplai energi ke kota. Saat beberapa pekan terakhir, kristal ditutup oleh pelindung transparan yang dibuat dari bahan khusus. Mungkin suatu saat nanti, ia akan ditemukan, dan digunakan sekali lagi untuk maksud baik. Saat kristal ditemukan, ia akan membuktikan peradaban Atlantis, sekaligus menyingkap misteri lain yang tak terungkap selama beberapa abad.
atlantis1
Saya masih tetap ingat hari yang terpanjang, hari terakhir, detik terakhir, bumi kandas, gempa bumi, letusan gunung berapi, bencana kebakaran. Lempeng bumi saling bertabrakan dengan keras. Bumi sedang mengalami kehancuran, orang-orang di dalam atap lengkung bangunan kristal bersikap menyambut saat kedatangannya. Jiwa saya sangat tenang. Sebuah gedung berguncang keras. Saya ditarik seseorang ke atas tembok, kami saling berpelukan. Saya berharap bisa segera mati. Di langit asap tebal bergulung-gulung, saya melihat lahar bumi menyembur, kobaran api merah mewarnai langit. Ruang dalam rumah penuh dengan asap, kami sangat sesak. Lalu saya pingsan, selanjutnya, saya ingat roh saya terbang ke arah terang. Saya memandang ke bawah dan terlihat daratan sedang tenggelam. Air laut bergelora, menelan segalanya. Orang-orang lari ke segala penjuru, jika tidak ditelan air dahsyat pasti jatuh ke dalam kawah api. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan. Bumi seperti sebuah cerek air raksasa yang mendidih, bagai seekor binatang buas yang kelaparan, menggigit dan menelan semua buruannya. Air laut telah menenggelamkan daratan.
# Sumber Kehancuran
Lewat ingatan Inggrid Benette, diketahui tingkat perkembangan teknologi bangsa Atlantis, berbeda sekali dengan peradaban kita sekarang, bahkan pengalamannya akan materiil berbeda dengan ilmu pengetahuan modern, sebaliknya mirip dengan ilmu pengetahuan Tiongkok kuno, berkembang dengan cara yang lain. Peradaban seperti ini jauh melampaui peradaban sekarang. Mendengarnya saja seperti membaca novel fiktif. Bandingkan dengan masa kini, kemampuan jiwa bangsa Atlantis sangat diperhatikan, bahkan mempunyai kemampuan supernormal, mampu berkomunikasi dengan hewan, yang diperhatikan orang sekarang adalah pintar dan berbakat, dicekoki berbagai pengetahuan, namun mengabaikan kekuatan dalam.
Bangsa Atlantis mementingkan “inteligensi jiwa” dan “tubuh” untuk mengembangkan seluruh potensi terpendam pada tubuh manusia, hal ini membuat peradaban mereka bisa berkembang pesat dalam jangka panjang dan penyebab utama tidak menimbulkan gejala ketidakseimbangan. Mengenai punahnya peradaban Atlantis, layak direnungkan orang sekarang. Plato menggambarkan kehancuran Atlantis dalam dialognya sebagai berikut:
“Hukum yang diterapkan Dewa Laut membuat rakyat Atlantis hidup bahagia, keadilan Dewa Laut mendapat penghormatan tinggi dari seluruh dunia, peraturan hukum diukir di sebuah tiang tembaga oleh raja-raja masa sebelumnya, tiang tembaga diletakkan di tengah di dalam pulau kuil Dewa Laut. Namun masyarakat Atlantis mulai bejat, mereka yang pernah memuja dewa palsu menjadi serakah, maunya hidup enak dan menolak kerja dengan hidup berfoya-foya dan serba mewah.”
Plato yang acap kali sedih terhadap sifat manusia mengatakan: “Pikiran sekilas yang suci murni perlahan kehilangan warnanya, dan diselimuti oleh gelora nafsu iblis, maka orang-orang Atlantis yang layak menikmati keberuntungan besar itu mulai melakukan perbuatan tak senonoh, orang yang arif dapat melihat akhlak bangsa Atlantis yang makin hari makin merosot, kebajikan mereka yang alamiah perlahan-lahan hilang, tapi orang-orang awam yang buta itu malah dirasuki nafsu, tak dapat membedakan benar atau salah, masih tetap gembira, dikiranya semua atas karunia Tuhan.”
Hancurnya peradaban disebabkan oleh segelintir manusia, banyak yang tahu sebabnya, akan tetapi sebagian besar orang mengabaikannya, maka timbul kelongsoran besar, dalam akhlak dan tidak dapat tertolong. Maka, sejumlah kecil orang berbuat kesalahan tidak begitu menakutkan, yang menakutkan adalah ketika sebagian besar orang “mengabaikan kesalahan”, hingga “membiarkan perubahan” selanjutnya diam-diam “menyetujui kejahatan”, tidak dapat membedakan benar dan salah, kabar terhadap kesalahan mengakibatkan kesenjangan sifat manusia, moral masyarakat merosot dahsyat, mendorong peradaban ke jalan buntu.
Kita sebagai orang modern, dapatlah menjadikan sejarah sebagai cermin pelajaran, merenungi kembali ilmu yang kita kembangkan, yang mengenal kehidupan hanya berdasarkan pengenalan yang objektif terhadap dunia materi yang nyata, dan mengabaikan hakikat kehidupan dalam jiwa. Makna kehidupan sejati, berangsur menjadi bisnis memenuhi nafsu materiil, seperti ilmuwan Atlantis, segelintir orang tunduk pada keserakahan, tidak mempertahankan kebenaran, demi kekuasaan dan kemuliaan, mengem-bangkan teknologi yang salah, merusak lingkungan hidup. Apakah kita sedang berbuat kesalahan yang sama?